okt dog budibadabadu: 09/01/2005 - 10/01/2005

Sunday, September 25, 2005

::: the answer's out there somewhere


The room was full of a neutral headache grey. I paused at the bottom of the stairs. The grey was boiling up, climbing, as if it wanted to spill into harsh, harsh, harsh laughter. Through the narrow hall window I saw squares of life on the backs of the houses opposite. A dirty bulb came on near by. An exhausted man, an exhausted man, an exhausted man, in black pajamas—or is it straight jacket?—hunched over a sink. Would they turn towards their window, and find me out?

* * *

Thursday, September 15, 2005

::: pokoknya, BDO #4!



Pokoknya, akhir pekan ini [orang kota menyebutnya "weekend"], kami, tiga bersaudara:
1. Budi,
2. Bada,
3. Badu,
akan berpiknik ceria di RumahBuku.

Ada apa? Ah, situ jangan pura-pura dalam perahu, kura-kura tidak tau... Nenek-nenek salto juga tau, kalo bakal ada BOOK'S DAY OUT #4. Kapan dan di mana? Sabtu, 17 September 2005, di RumahBuku, Jalan Hegarmanah 52 Bandung, Indonesia. Dari pukul 10 pagi sampai jam 6 petang. Pokoknya ada bazaar buku, muter film gratis, jual poster, klab origami, dsb. Di sebuah rumah dengan taman yang asri, pokoknya bakal seru harimu!

RumahBuku + Tobucil + Omuniuum bakal bersatu padu merapatkan barisan, menggelar lapak-lapak maut berisikan buku-buku berkualitas. Yeah, bazaar buku. DIJUAL. Mulai dari buku sastra, filsafat, film, dsb, dst, dll, etc. Pokoknya semua ada, kecuali buku tulis, buku gambar, dan buku tabungan. Jumlahnya sekitar ratusan buku [... lebih! *niru jargon sebuah iklan wafer*]. Atau malah ribuan? Jangan-jangan bakal ada semacam cuci gudang juga. (In case ada yang nggak paham artinya "cuci gudang", plis deh, itu BUKAN berarti panitia rame-rame mencuci pintu gudang dengan air kran dan deterjen anti noda, dikucek lalu dibilas dan dijemur. Bukaaan. "Cuci gudang" itu artinya... aaaah, masak nggak tau sih? Yang jelas BUKAN JUGA Cuci Cucanti, sebab dia sudah pensiun main badminton.)

Yah, pokoknya begitu deh. Detektif Badu kemarin sudah sempat menyelidiki (lagi-lagi lewat seorang informan handal bermata tajam) tentang koleksi buku apa saja yang bakal dijual. Hasilnya: dia malah menelan ludah, air liurnya menetes, karena buku-bukunya benar-benar menggiurkan. Lalu siang malam Badu berdoa, berharap saya dan Bada mau menyatukan modal bertiga untuk memborong buku-buku kesukaannya. Hohoho, jangan harap! Saya mau beli pake uang saya sendiri, PERSETAN DENGAN BADU DAN BADA! [Oh, did I say "Persetan"? Bukannya itu nama klub sepakbola dari Jawa Timur: Perserikatan Sepakbola Magetan? Lho, kabarnya mereka mau go international, berlaga di kompetisi antarklub sedunia, dan mengganti namanya dengan "Go To Hell FC".]

Pokoknya, saya mau menonton bola... Alah! Maksud saya, saya mau memborong buku, buku dan buku. Sebenarnya, saya juga mau memborong poster-poster film sih, sebab pilihan posternya (dalam berbagai ukuran) jarang saya temukan di tempat lain. Oya, dan menonton film, tentunya! Kalo soal yang terakhir ini, dipegang oleh Kineruku, divisi film RumahBuku yang koleksi filmnya oke punya. Kineruku memiliki movie station yang diset seperti ruang keluarga dengan sofa yang nyaman. Di situlah saya biasa menonton film-film bagus, sebab saya percaya dengan pilihan kuratornya. Saya kenal baik dengan mereka. Namanya Darmawan dan Warsito. [Nama go internationalnya, Darmawan and Warsito.] Mereka suka main pingpong bareng, dan sudah bertanding ratusan set [... lebih! *lagi-lagi kemakan iklan*], dengan skor akhir yang selalu berbeda tipis. Untuk tema pemutaran film di Book's Day Out kali ini, setelah berdebat tujuh hari tujuh malam, mereka berdua akhirnya sepakat memilih 2 judul yang menjadi favorit mereka masing-masing. Hasilnya, Kineruku akan memutar film Denmark CELEBRATION (Festen) dan film Prancis BREATHLESS (A bout de souffle).

Berikut ini sedikit gambaran tentang film-film itu [yang saya dapatkan langsung dari mereka, tapi harus dengan imbalan sekotak coklat asli (!) dari Willy Wonka. Hiks, mau nyari di mana, coba?]

[1]
DIPUTAR JAM 13.00 WIB. gratis.
CELEBRATION (Festen)
[Thomas Vinterberg, Denmark, 1998. color, 106 min. VHS. Dannish with English subtitle.]
Drama komedi gelap tentang sebuah acara reuni keluarga, pada ulang tahun ke-60 seorang ayah. Ini adalah karya pertama gerakan Dogme 95, sebuah ideologi dalam membuat film dengan beberapa aturan ketat: kamera harus hand-held, tidak ada cahaya buatan, lokasi syuting harus natural, dsb. Hasilnya, sebuah karya yang jujur dan mengaduk emosi. Sisi gelap konflik keluarga berhasil dikemas menjadi kisah menarik dalam skenario yang kuat dan ketat. Riri Riza pasti sangat terpengaruh film ini ketika menggarap Eliana, Eliana (2002). Kritikus Roger Ebert menyebut Celebration sebagai, "Imagine Eugene O’Neill and Woody Allen collaborating on a screenplay about a family reunion. Now let Luis Buñuel direct it." Menyabet penghargaan Special Jury Prize di Cannes Film Festival tahun 1998. Highly recommended.

[2]
DIPUTAR PUKUL 16.00 WIB. gratis.
BREATHLESS (A bout de souffle)
[Jean-Luc Godard, France, 1960. b/w, 89 min. DVD. French with English subtitle]
Berkisah tentang seorang pemuda Prancis yang jatuh cinta dengan perempuan Amerika yang tinggal di Paris. Film ini memakai teknik editing jump-cut yang menjadikannya terasa begitu dinamis, gelisah, dan intim. Di tangan Godard (dulunya kritikus muda di jurnal film terkenal Cahiers du Cinema), film ternyata bisa menjadi sangat personal dan jujur. Film ini semacam opening salvo untuk gerakan French New Wave di Prancis, yang kemudian sangat berpengaruh pada sejarah sinema dunia. Sutradara bukan lagi sekadar perpanjangan tangan dari produser tamak, kepentingan studio besar, dan tema-tema megah. Film bisa tampil kasual, dan menjadi sebuah medium di mana sutradara benar-benar bisa membubuhkan "tanda tangannya". Dan Breathless telah membuka jalan ke arah itu. Highly recommended.


Nah, kurang seru apa lagi, coba? Saya akan duduk di barisan penonton paling depan, bersama Bada dan Badu. (Pengen sambil minum dan makan cemilan? Tenang, ada Q Meals and Beverages.) Tapi kalo Badu, saya tidak yakin dia bakal betah duduk berlama-lama. Bukan apa-apa, dia pasti lebih suka keluyuran kesana kemari menebar pesona semu (iya, semu, sebab saya rasa dia tidak mempesona), atau menyapa sana-sini sambil menceritakan berulang kali joke-joke garing yang itu-itu lagi. Guys, tolong dimengerti. Cobalah tertawa, mesti hanya sekejap saja—percayalah, itu sudah berarti banyak buat dia.

Dan tolong, tepuk tangannya yang keras ya, terutama pas nonton screening Rec it.3 by VideoBabes. Ada apa gerangan? Oh oh, ada video interpretasi atas kemerdekaan, beberapa karya dari filmmaker dan/atau video artist berbakat. Dan, ehm, ehm, ada Badu rupanya, jadi pemeran utama di salah situ video itu! Buseeet... Berarti ini kali kedua dia tampil jadi aktor utama di film pendek bermutu, setelah yang pertama dulu diputar premiere di acaranya Ong Keng Sen di Singapura, akhir 2004 kemarin.

Pokoknya bakal seru harimu. Dan, jangan menyesal kalo Anda nekat nggak mau datang. Sebab saya sudah memberitahu betapa asyiknya. Sekali lagi, saya sudah mengingatkan. Kemas tas Anda, ke Bandung lah sekarang juga.

Salam dari kami bertiga,
Budi Bersaudara dari Timbuktu Raya.

* * *