okt dog budibadabadu: ::: Re: ritual klise di Idul Poetry

Monday, November 15, 2004

::: Re: ritual klise di Idul Poetry


Ini adalah posting saya SETAHUN yang lalu, ke sebuah milis yang bener-bener gak-penting:

hari-hari ini, semua orang berlomba-lomba jadi PENYAIR. di SMS, e-mail, kartu lebaran, blog, dsb. MET IDUL FITRI, MET IDUL POETRY! mari rayakan lahan subur berpuisi ini! sugeng riyadi. skor kita kombali 0-0. merdeka!
-B.B. Badu, 1 Syawal

Itu Lebaran tahun lalu. Tahun ini? Tak banyak berubah. Mirip-mirip. Jadi? Inbox SMS di HP tetap saja penuh. Sebenarnya saya agak malas membalas SMS-SMS itu. Tapi demi menjaga pergaulan sosial, dan tetap praktis, saya akhirnya memilih sebuah taktik kuno yang tidak orisinil. SMS Lebaran saya berbunyi sama ke semua nomor:

Aduuh makasih lho ucapannya. Sama-sama yaa. Saya juga mohon maaf lahir batin. Makasih makasih! :)
Nah, praktis kan? Begitu ada SMS Lebaran masuk, saya tinggal reply dengan teks itu. Cepat dan mudah. Semua senang. Pergaulan sosial tetap terjaga ;P Tapi kadang saya iseng juga: beberapa teman yang tidak/belum mengirim SMS Lebaran, saya kirimi SMS itu. Jadinya mereka malah merasa nggak enak, seolah tersindir karena belum mengirim ucapan, lalu buru-buru mengetik SMS ke saya. Mungkin gara-gara itu, SMS Lebaran yang masuk malah jadi JAUH LEBIH BANYAK dari tahun lalu! Waduh! Ternyata taktik saya keliru.. Well, semoga Lebaran tahun depan siasat saya lebih jitu lagi. Eh, Lebaran tahun depan? Itu jika Yang Di Atas masih ngasih umur panjang...